Entri Populer

Saturday, June 15, 2013

AKU PRIHATIN


 

Assalamu’alaikum...
Selamat malam...

Lama sekali tidak membuat coretan di blog ini. Selain malas, juga memang sedang sibuk dalam pekerjaan. Dan untuk malam ini aku akan berbagi cerita lagi. Tentang kebobrokan negeri ini.

Negeri ini begitu bobrok keadaannya, baik di segi moral, maupun di segi materialnya. Dan aku menitik beratkan perhatian pada moral. Yang aku rasa memang indonesia sudah sangat hebat dekadensinya. Terutama dasa warsa terakhir ini, di awali dulu era reformasi, yang kemudian di artikan sebagai kebebasan segala dalam hal.

Masalah moral, tidak lepas dari agama, dan masalah agama tidak lepas dari pemahaman dan pengamalan masing-masing pemeluk akan agamanya. Dan karena aku adalah seorang muslim, maka aku akan mengomentari saudara – saudaraku seagama.


Islam adalah agama maayoritas di negara ini. Hampir 80% penduduk memeluk agama ini. Namun menurut pengamatan aku pribadi, dari 80% itu mereka yang benar-benar tahu tentang agamanya hanya beberapa persen saja. Dan yang beberapa persen itupun, masih terpecah menjadi beberapa faksi/kelompok yang awam mengatakan mazhab.

Dari yang sedikit dan terbagi itu, tidak bisa mewakili saudara mereka yang sangat tidak mengerti tentang agama dan hukum-hukumnya. Dan mayoritas memang tidak mengerti, bahkan tidak mau mengerti tentang agamanya dan cara pengamalannya yang benar. Orang awam ini, sangat manja dan taklid buta, sehingga sangat sulit untuk mengembangkan agamanya di negaranya sendiri yang mayoritas adalah islam.

Kemudian kekurangan pada orang-orang yang di anggap mengerti tentang agama, yaitu para ‘ulama dan pelajar, merek seperti menikmati kedudukan merek yang sangat berpengaruh pada massanya atau umatnya. Mereka memanjakan umatnya dengan sidikit mengabaikkan pokok-pokok ajaran agama. Ya.. aku bilang pada pokok-pokok ajaran agama. Karena mereka mengaburkan beberapa syari’at sehingga orang awam menganggap bahwa hal itu sudah di maklumi oleh ulama mereka.

Kita saksikan sendiri, mereka yang menduduki jabatan – jabatan penting, baik di masyarakat, maupun di instansi negara, kebanyakan adalah tokoh agama, ataupun kaum intelek pada agamanya. Namun apa yang terjadi?

Kemaksiatan hampir terjadi di setiap sudut RT dan RW, di setiap gang-gang kecil, hingga di jalan raya dan perkantoran. Bahkan di lembaga tinggi negara. Sungguh sangat ironi. Bahwa negara yang besar ini, yang warga negaranya mayoritas beragama islam yang mengajarkan ajaran yang sangat  suci dan agung, yang “ RAKHMATAN LIL ‘ALAMIIN “, ternyata bobrok di sana-sini.

Aku hanya berpikir, bahwa semua ini adalah kehendak Allah ‘Azza wa Jalla, karena manusia di negara ini telah meninggalkan syari’atnya, bahkan dengan sengaja. Dengan menggantikan syari’atNYA dengan HAM dan demokrasi.

Dan aku hanya berdo’a, agar aku dan orang-orang terdekatku tidak terbawa arus fitnah ini. Kemudian aku akan terus belajar dan belajar tentang agama agar semakin jelas dan terang amal ibadahku.



No comments:

Post a Comment